🐗 Perbedaan Hikayat Dan Cerita Rakyat

Dalammodul ini kalian akan mempelajari tentang persamaan dan perbedaan cerita rakyat hikayat dan cerita pendek. Hikayat merupakan salah satu jenis cerita rakyat (folklore) yang berkembang pada masa sastra lama Indonesia (sebelum tahun 1920) dan sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu. Sedangkan cerita pendek atau cerpen berkembang pada masa sastra modern (setelah tahun 1920) dan dipengaruhi Ceritaceritarakyat yang berasal dari daerah-daerah di Nusantara ini dikemas dalam bentuk cerita bergambar. Dalam setiap cerita rakyat yang terdapat dalam buku ini banyak pesan dan amanat yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.Hikayat Malin Kundang merupakan cerita rakyat dari Sumatera Barat. Ceritarakyat adalah cerita yang berkaitan dengan kepercayaan orang yang menganggap peristiwa itu benar-benar terjadi. Sedangkan hikayat adalah karya sastra Melayu kuno berbentuk prosa yang berisi cerita tentang cerita rakyat. itu berarti, cerita masyarakat dan juga berkembang di masyarakat dan menjadi ciri khas masing-masing bangsa. INTISARIa. Cara mengadakan penelitian Pene1itian dilakukan dengan dasar tolak memperbandingkan unsur struktur kedua hikayat. Untuk keperluan itu, maka terlebih dahulu dikumpulkan data kedua hikayat sesuai dengan maksud tersebut, mengelompokkan unsur-unsur atau motif-motif yang sama, dan menyendirikan unsur-unsur atau motif-motif yang khas. Tombakitu sekarang masih dijaga oleh masyarakat dan dimakamkan di puncak Gunung Tidar dengan nama Makam Tombak Kiai Panjang. Dengan adanya tombak sakti itu, maka amanlah Gunung Tidar dari kekuasaan para jin dan makhluk halus. Hikayat/cerita rakyat umumnya terpelihara dalam tradisi lesan, diturunkan dari generasi ke generasi. Maka Inimerupakan salah satu faktor mengapa sekarang hikayat kurang populer dalam kehidupan masyarakat khususnya dikalangan remaja. Hikayat merupakan salah satu karya sastra ada di Indonesia. Pengertian hikayat menurut Dick Hartoko dan B. Rahmanto (1985:59) mengatakan bahwa hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu Lama yang mengisahkan kebesaran pendidikan Question 2. 30 seconds. Q. Bacalah penggalan hikayat "Indera Bangsawan" berikut! Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. rakyat Cerita rakyat memiliki alur cerita, tokoh, dan latar yang dapat memberikan gambaran religiositas masyarakat Betawi sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang cara hidup yang baik. Cerita rakyat ini telah ditulis oleh Rahmat Ali dalam dua kumpulan cerita, yaitu Cerita Rakyat Betawi 1 dan Cerita Rakyat Betawi 2. Di dalam Ceritamerupakan urutan peristiwa yang disajikan dalam rangkaian kata. Rangkaian kata yang menjadi kalimat tersebut bertujuan menggambarkan suatu peristiwa atau kejadian, pengalaman hidup, suatu tindakan tertentu, dan sebagainya. Bisa berupa hal-hal yang sebenarnya terjadi dan bisa juga sesuatu yang direkayasa, berdasarkan dari khayalan nilaidan kebahasaan cerita rakyat dan cerpen. 4.8 . Mengembangkan cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan . memerhatikan. isi dan nilai-nilai . lisan atau tertulis. C. Deskripsi Singkat Materi. Selamat untuk kalian. sudah belajar bahasa Indonesia dengan baik. Sekarang sudah sampai pada pembelajaran dengan materi cerita rakyat. Beritatentang terbunuhnya I Jayaprana itu telah didengar oleh istrinya yaitu Ni Layonsari. Dari itu ia segera menghunus keris dan menikan dirinya. Demikianlah isi singkat cerita dua orang muda mudi itu yang baru saja berbulan madu atas cinta murninya akan tetapi mendapat halangan dari seorang raja dan akhirnya bersama-sama meninggal dunia. Kitamungkin sudah tidak asing lagi mendengar kata dongeng.Cerita prosa rakyat fiktif atau tidak benar-benar terjadi dan sering melukiskan sebuah sindiran hingga pesan moral ini, terdiri dari beberapa jenis, salah satu jenis dongeng ialah hikayat.. Hikayat adalah cerita rekaan dalam sastra Melayu lama yang menggambarkan keagungan dan kepahlawanan. cm0F. 1. Pengertian cerita rakyat Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat. Sastra tersebut disebut sebagai sastra melayu klasik karena sastra tersebut berkembang di daerah melayu pada masa sebelum dan sesudah Islam hingga mendekati tahun 1920-an di masa balai pustaka. Dengan demikian jelaslah bahwa cerita rakyat merupakan akar cerita Melayu Klasik. Mengapa dinamakan karya sastra Melayu Klasik karena sastra lama yang lahir pada masyarakat lama atau tradisional yakni suatu masyarakat yang masih sederhana dan terikat oleh adat istiadat, seperti apa yang telah ditulis di atas. 2. Nilai-nilai cerita rakyat Nilai adalah suatu yang berharga, bermutu, menunjukan kualitas, dan berguna bagi manusia. Dalam karya sastra berwujud makna di balik apa yang ditulis melalui unsur instrinsik seperti perilaku, dialog, peristiwa, setting, dan sebagainya. Menurut Suherli, dkk. terdapat enam nilai dalam hikayat, yaitu a. Nilai budayaNilai yang diambil dari budaya yang berkembang secara turun menurun di masyarakat berhubungan dengan budaya melayu Ciri khas nilai-nilai budaya dibandingkan nilai lainnya adalah masyarakt takut meninggalkan atau menentang nilai tersebut karena takut’ sesuatu yang buruk akan Nilai moralNilai yang berhubungan dengan masalah moral. Pada dasarnya nilai moral berkaitan dengan nasihat-nasihat yang berkaitan dengan budi pekerti, perilaku, atau tata susila yang dapat diperoleh pembaca dari cerita yang dibaca atau Nilai agama/ religiNilai yang berhubungan dengan masalah keagaman. Nilai religi biasanya ditandai dengan penggunaan kata dan konsep Tuhan, mahluk ghaib, dosa-pahala, serta Nilai pendidikan/ edukasiNilai yang berhubungan dengan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang/kelompak orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihane. Nilai estetikaNilai yang berhubungan dengan keindahan dan Nilai sosialNilai yang berhubungan dengan kehidupan di dalam masyarakat. Biasanya berupa nasihat-nasihat yang berkaitan dengan kemasyarakatan. Indikasi nilai sosial dikaitkan dengan kepatuhan dan kepantasan bila diterapkan dalam kehidupan mempelajari cerita rakyat kalian akan mengetahui tentang budaya, moral, agama, pendidikan, sasial dan nilai-nilai kehidupan lain. Dari cerita hikayat, kita dapat memetiknilai-nilai kehidupan sebagai cermin bagi kehidupan pembelajaran yang telah lalu kalian telah memahami nilai teks cerita rakyat. Sebenarnya bahwa banyak nilai dalam cerita rakyat/hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan masa kini. Sebagai karya sastra modern yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masa kini, dapat diduga bahwa banyak nilai dalam hikayat yang bersesuaian dengan nilai. 3. Karakteristik cerita rakyat Cerita rakyat/ hikayat merupakan sebuah teks narasi yang berbeda dengan narasi lain. Di antara karakteristik adalaha. KemustahilanSalah satu ciri cerita rakyat/hikayat adalah kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak bisa KesaktianSelain kemustahilan, seringkali dapat kita temukan kesaktian para tokoh dalam cerita rakyat/hikayat. Kesaktian dalam Hikayat Indera Bangsawan ditunjukkan dengan kesaktian kedua pangeran kembar, Syah Peri dan Indera Bangsawan, serta raksasa kesaktian itu1 Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan;2 Raksasa memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud dan kuda hijau untuk mengalahkan Buraksa;3 Indera Bangsawan mengalahkan AnonimSalah satu ciri cerita rakyat, termasuk hikayat, adalah anonim. Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan. Bahkan, dahulu masyarakat memercayai bahwa cerita yang disampaikan adalah nyata dan tidak ada yang sengaja Istana SentrisCerita rakyat/ hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Dalam Hikayat Indera Bangsawan hal tersebut dapat dibuktikan dengan tokoh yang diceritakan adalah raja dan anak raja, yaitu Raja Indera Bungsu, putranya Syah Peri dan Indera Bangsawan, Putri Ratna Sari, Raja Kabir, dan Putri Kemala Sari. Selain itu, latar tempat dalam cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja serta istana dalam suatu Penyebarannya secara lisanAlasan mengapa disebarkan secara lisan? Penyebab utamanya adalah pergerakan zaman dahulu sangatlah lambat jika dibandingkan dengan konvoi masyarakat di zaman modern ini. Oleh karena itu, penyebaran budaya dan cerita secara lisan akan lebih mempercepat tersebarnya cerita dibandingkan dengan menggunakan media tulisan. Selain itu, melalui budaya lisan, masyarakat juga mampu lebih intens memberikan nilai-nilai positif nan terdapat di dalam cerita sehingga pesan moral yang terdapat di dalamnya akan sampai kepada pendengar dengan lebih cepat dan efektif. Akibat penyebarannya yang secara lisan tidak jarang menimbulkan berbagai variasi karya cerita TradisionalMempertahankan kebiasaan masyarakat jaman dulu atau adat istiadat. Hal ini menjadikan karya tersebut klise dalam susunan atau cara pengungkapannya. 4. Gaya bahasa Cerita Rakyat Gaya bahasa atau penggunaan bahasa cerita rakyat biasanya menggunakan bahasa melayu klasik. Ciri bahasa yang dominan dalam cerita sejarah/ hikayat adalaha. Menggunakan majasPenggunaan majas bertujuan agar cerita lebih Banyak menggunakan konjugsi pada setiap awal kalimatContohHatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu Hatta datanglah kesembilan orang anak raja meminta susu kambing yang disangkanya susu harimau beranak muda itu. Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Menggunakan kata bahasa yang digunakan dalam cerita rakyat bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, tidak semua kata dalam cerita rakyat dijumpai dalam bahasa Indonesia sekarang. Kata-kata dalam hikayat sudah jarang digunakan atau bahkan sudah asing disebut sebagai kata-kata Mengungkapkan sesuatu yang mustahil atau tidak masuk akal. Hal ini ditandai oleh tokoh-tokohnya yang melakukan kegiatan yang tidak masuk akal. Misalnyadapat berbicara dengan binatang, bisa memasak di telapak tangan, bisa terbang dan lain-lain. 5. Pengertian, Penggunaan Bahasa dan Nilai-nilai dalam Cerita Pendek Cerita pendek adalah cerita berpusat pada satu tokoh dan situasi tertentu dimana ada puncak masalah klimaks dan penyelesaiannya. Selain itu, di dalam cerita pendek atau cerpen terdapat kurang dari kata saja, sehingga cenderung singkat dan bahasa dalam cerpen adalaha. menggunakan bahasa sugestifb. menggunakan bahasa yang naratifc. menggunakan kata kiasan, majas atau bersayad. menggunakan kata sifate. menggunakan kata ganti atau partisipan personalf. menggunakan keterangang. bahasanya singkat, padat, intensifh. menggunakan konjungsi sebab akibati. menggunakan kata istilah yang sesuaij. menggunakan kata kerja aksiKandungan nila-nilai dalan cerpen sama seperti kandungan nilai-nilai dalam karya-karya lain. Seperti nilai yang ada pada teks cerita rakyat yaitu nilai sosial, budaya, moral, pendidikan, religius dan sebagainya. 6. Membandingkan Penggunaan Bahasa dalam Cerpen dan Hikayat Hikayat dan cerpen sama-sama merupakan teks narasi fiksi. Keduanya mempunyai unsur intrinsik yang sama yaitu tema, tokoh dan penokohan, sudut pandang, seting, gaya bahasa, dan bahasa yang dominan dalam cerpen adalah penggunaan gaya bahasa majas dan penggunaan konjungsi yang menyatakan urutan waktu dan urutan Penggunaan MajasPenggunaan majas dalam cerpen dan hikayat berfungsi untuk membuat cerita lebih menarik jika dibandingkan menggunakan bahasa yang bermakna lugas. Ada berbagai jenis majas yang digunakan baik dalam cerpen dan hikayat. Di antara majas yang sering digunakan dalam cerpen maupun hikayat adalah majas antonomasia, metafora, hiperbola dan majas perbandingan. Meskipun sama-sama menggunakan gaya bahasa, tetapi gaya bahasa yang digunakan dalam hikayat berbeda penyajiannya dengan gaya bahasa dalam Miskin laki-bini dengn rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri antah berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah- darah tubuhnya. Sepanjang perjalanan menangislah Si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. Waktu malam tidur di hutan, siangnya berjalan mencari Miskin dalam kutipan hikayat di atas merupakan contoh majas antonomasia yaitu majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang dengan penggunaan majas antonomasia dalam penggalan novel Putri Tidur dan Pesawat Terbang karya Gabriel Garcia Marquez berikut ini.“Pilih mana,” katanya, “tiga, empat, atau tujuh?” “Empat.” Ia tersenyum penuh kemenangan. “Selama lima belas tahun saya bekerja di sini,” katanya, “Anda orang pertama yang tidak memilih tujuh.” Ia menulis nomor kursi di boarding passku dan mengembalikannya bersama dokumen- dokumenku, lalu memandangku untuk kali pertama dengan matanya yang berwarna anggur, sebuah hiburan sampai aku bisa melihat Si Cantik lagi. Kemudian ia memberi tahu bahwa bandara baru saja ditutup dan semua penerbangan ditunda. Dikutip dari simile juga banyak digunakan dalam hikayat maupun cerpen. Majas simile adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya menggunakan kata penghubung atau kata pembanding. Kata penghubung atau kata pembanding yang biasa digunakan antara lain seperti, laksana, bak, dan bagaikan. Penggunaan majas pada cerita rakyat/hikayatMaka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. Hikayat Si Miskinb. Penggunaan konjungsiBaik cerpen maupun hikayat merupakan teks narasi yang banyak menceritakan urutan peristiwa atau kejadian. Untuk menceritakan urutan peristiwa atau alur tersebut keduanya menggunakan konjungsi yang menyatakan urutan waktu dan contoh penggunaan konjungsi pada penggalan hikayat berikut suatu hari Khojan Maimun tertarik akan perniagaan di laut, lalu minta izinlah dia kepada istrinya. Sebelum dia pergi, berpesanlah dia pada istrinya itu, jika ada barang suatu pekerjaan, mufakatlah dengan dua ekor unggas itu, hubaya-hubaya jangan tiada, karena fitnah di dunia amat besar lagi tajam dari pada senjata. Hatta beberapa lama di tinggal suaminya, ada anak Raja Ajam berkuda lalu melihatnya rupa Bibi Zainab yang terlalu elok. Berkencanlah mereka untuk bertemu melalui seorang perempuan tua. Maka pada suatu malam, pamitlah Bibi Zainab kepada burung tiung itu hendak menemui anak raja itu. Maka bernasihatlah ditentang perbuatannya yang melanggar aturan Allah SWT. Maka marahlah istri Khojan Maimun dan disentakkannya tiung itu dari sangkarnya dan dihempaskannya sampai mati. Lalu Bibi Zainab pun pergi mendapatkan bayan yang sedang berpura- pura tidur. Hikayat Bayan BudimanKonjungsi “sebelum” yang bergaris bawah dalam penggalan hikayat di atas menunjukkan urutan waktu sedang konjungsi “lalu” menyatakan urutan kejadian. Penggunaan konjungsi yang tepat sangat penting untuk mengembangkan alur dengan penggunaan konjungsi dalam penggalan cerpen berikut perutnya kian menjadi-jadi. Terlampau perihnya, hingga seluruh pandangannya terasa buram. Leyla seperti melihat ribuan kunang-kunang berlesatan mengitari kepalanya. Selanjutnya Ketika Leyla memutuskan untuk mengungsi, meninggalkan kam- pong halamannya, perih yang mutnya, ia menyebut kunang-kunang itu sebagai sang maut. Sang maut yang selalu menguntitnya dan sewaktu-waktu siap mengantarnya menyusul almarhum suaminya. Menjemput Maut di Mogadishu karya Masdar ZaenalSumber Koran Kompas Minggu, 1 Juli 2012Konjungsi “ketika” dalam kutipan di atas menyatakan hubungan waktu, sedangkan konjungsi “selanjutnya” menyatakan urutan peristiwa. 7. Membandingkan Nilai dalam Teks Hikayat dengan Nilai Cerpen Pada pembelajaran yang telah lalu kamu telah memahami bahwa banyak nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan kehidupan masa kini. Sebagai karya sastra modern yang mengangkat nilai-nilai kehidupan masa kini, dapat diduga bahwa banyak nilai dalam hikayat yang bersesuaian dengan nilai dalam hikayat. Jelaskan pengertian cerita rakyat atau hikayat! Cerita rakyat memiliki batasan pengertian yang lebih luas dibandingkan dengan hikayat. Bisa dikatakan hikayat merupakan bagian dari cerita rakyat, namun lebih khusus pada masyarakat melayu. Agar kamu lebih paham Mamikos akan jelaskan pengertian cerita rakyat atau hikayat ini. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis dari cerita rakyat maupun hikayat. Pengertian Cerita Rakyat dan Hikayat Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dan berkembang dari masyarakat di daerah tertentu dan muncul pada zaman dahulu. Tokoh dari cerita ini bisa dari manusia, binatang, dewa, dan lain sebagainya. Sedangkan hikayat merupakan cerita dalam bentuk prosa dari masyarakat melayu zaman dahulu yang biasanya berlatar kerajaan yang menceritakan tentang kepahlawanan, kehebatan, kesaktian dan hal superior lain sebagainya. Dari kedua pengertian tersebut bisa dikatakan, bahwa hikayat merupakan salah satu dari cerita rakyat. Hikayat lebih khusus berasal dari masyarakat melayu, dan menceritakan tentang hal-hal kepahlawanan yang kerajaan sentris. Sedangkan cerita rakyat lebih umum yang menceritakan berbagai kisah zaman dahulu di daerah tertentu. Ciri-ciri Cerita Rakyat dan Hikayat Untuk mengetahui cerita rakyat dan hikayat ada beberapa ciri-ciri yang membedakan keduanya. Ciri-ciri cerita rakyat 1. Penyampaiannya secara lisan dan turun Tidak ada yang tahu siapa Mengandung nilai luhur dan bersifat Banyak versi dalam Bentuk susunan dan struktur cerita rakyat sangat klise. Sedangkan untuk ciri-ciri hikayat adalah sebagai berikut 1. Penyampaiannya secara Tidak ada yang tahu pengarangnya atau Sangat tradisional masyarakat melayu dan mengandung nilai-nilai Ceritanya lebih statis tidak banyak Bercerita tentang latar kerajaan, dan biasanya ending cerita Susunan dan bentuk struktur hikayat merupakan cerita berbingkai. Yaitu cerita yang punya dua struktur, cerita utama dan sisipan. Jenis-jenis Cerita Rakyat dan Hikayat Jika disebutkan jenis-jenis cerita rakyat, hikayat masuk di dalamnya. Beberapa cerita rakyat berupa 1. Legenda2. Sage3. Mitos4. Fabel5. Pararel6. Jenaka7. Cerita terbingkai8. Parabel Untuk jenis hikayat berupa 1. Epos India Sri Rama, Perang Pandhawa, Hikayat Sang Boma, Hikayat Bayan Budiman2. Cerita dari Jawa Panji Semirang, Cekel Weneng Pati, Anglingdarma3. Cerita Islam Amir Hamzah, Hikayat Bachtiar, Seribu Satu Malam4. Melayu Asli Hang Tuah, Indera Bangsawan, Malim Deman Setelah Mamikos jelaskan pengertian cerita rakyat atau hikayat sedikit banyaknya kamu mungkin jauh lebih paham. Kesimpulannya, hikayat adalah bagian dari cerita rakyat yang berasal dari melayu, yang kebanyakan berkisah tentang kerajaan. Jadi sekarang kamu pastinya sudah tahu apa itu cerita rakyat atau hikayat bukan? Klik dan dapatkan info kost di dekatmu Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah Freepik Apa saja perbedaan hikayat dan cerita pendek? - Tahukah teman-teman bahwa ada banyak jenis karya sastra? Salah satunya adalah hikayat dan cerita pendek cerpen. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya hikayat menceritakan tentang kesaktian atau keanehan seseorang yang menjadi tokoh utama dalam ceritanya. Sedangkan cerpen adalah bentuk prosa naratif fiktif. Ceritanya cenderung pendek, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang. Nah, sekarang kita sudah tahu pengertian keduanya. Yuk, kita cari tahu perbedaan hikayat dan cerpen. Perbedaan Hikayat dan Cerpen Hikayat dan cerpen memiliki empat perbedaan dalam segi waktu dan bahasa, nama pengarang, jumlah kata dan latar, serta tokoh dan kisahnya. Kita bahas di bawah ini, yuk! 1. Waktu dan Bahasa Hikayat merupakan sastra lama yang lahir dan berkembang di zaman melayu kuno, sehingga bahasa yang digunakannya merupakan bahasa Melayu kuno. Baca Juga Mengenal Pantun Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan

perbedaan hikayat dan cerita rakyat